Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU Riri Khariroh melihat semangat keluarga besar LAZISNU di berbagai daerah untuk terus memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi. Menurutnya, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki potensi besar untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Riri mengatakan, esensi gerakan LAZISNU tidak hanya terletak pada penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, tetapi juga pada upaya membangun kepedulian serta solidaritas sosial di tengah masyarakat. "Saya melihat semangat LAZISNU di dunia untuk memajukan organisasi sebagai lembaga filantropi," katanya pada acara Konsolidasi Amil se-Jatim di aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
LAZISNU Jatim terus mendorong penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan ranting. Penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui intensifikasi program Koin NU yang menjadi salah satu program unggulan LAZISNU. Eks Ketua LAZISNU Jatim H A Afif Amrullah, yang mewakili Wakil Ketua LAZISNU Jatim Muhammad Su'eb, mengatakan bahwa acara konsolidasi amil menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendapatkan masukan bagi pengembangan LAZISNU Jatim.
Tabuhan rebana menandai pembukaan Silatnas LAZISNU Sedunia di Aula lantai 3 Pondok Pesantren Darul Ulum, Paterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Agenda ini merupakan bagian dari serangkaian side event Muktamar ke-35 NU yang diadakan LAZISNU PBNU. Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh mengatakan, Silatnas melibatkan para penggerak (muharrik) NU Care-LAZISNU dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.
NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan sejumlah bantuan di Komunitas Tanoker, Ledokombo, Jember, Jumat (07/08/2026). Di antara bantuan itu, meliputi, santunan anak yatim, dhuafa, anak dengan disabilitas, serta insentif guru dan pendamping komunitas. Kegiatan itu dihadiri oleh Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, Anggota LAZISNU PBNU H Misbahus Salam, Manajer Distribusi NU Care-LAZISNU PWNU Jatim M Risal Syarifuddin, dan lainnya. H Misbahus Salam menyampaikan, penyaluran santunan merupakan bagian dari program filantropi yang dijalankan LAZISNU PBNU melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
LAZISNU Jatim melaksanakan silaturahim bersama NU Care-LAZISNU se-Tapal Kuda di Banyuwangi, Ahad (26/07/2026). Acara ini membahas sejumlah hal, di antaranya optimalisasi pengelolaan zakat produktif hingga layanan digital. Hadir dalam acara perwakilan NU Care-LAZISNU di wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Kencong, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kraksaan. Sekretaris LAZISNU Jatim, Moch Rofi'i Boenawi, menilai konsolidasi rutin menjadi instrumen penting untuk menyamakan arah pengembangan organisasi.
NU Care-LAZISNU Sumenep melaksanakan program bedah rumah warga kurang mampu, Selasa (21/7/2026), yang menggandeng Kemenag dan Baznas. Program ini menyasar kediaman Sumerto, warga Dusun Lebak, Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sumenep. Pengurus LAZISNU Sumenep, Ahmad Bakir, mengatakan bahwa program ini memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurutnya, bedah rumah ini tak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi wujud kepedulian sosial serta semangat gotong royong dalam membantu sesama.
- Sebelumnya
- 1
- 2
- Selanjutnya





